NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | Kupas Online | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Format Penulisan Nomor Peserta UM 2022

Friday, June 3, 2022 | June 03, 2022 WIB Last Updated 2022-06-07T10:44:59Z

Format jumlah peserta madrasah tahun ajaran 2021/2022 ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya. Format penulisan nomor peserta UM diatur secara khusus dalam ujian POS-madrasah 2022 sebagai bentuk standar ujian di madrasah.


RakyatPos.ID dikutip dari lampiran SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 455 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Ujian di Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022 , jumlah peserta UM sebanyak 15 orang. Struktur penomoran memiliki kode tahun. , kode ujian provinsi, kode kabupaten/kota, dan kode tingkat madrasah .


Ada juga kode madrasah dan nomor urut penguji.

Format Penulisan Nomor Peserta UM 2022


Kontrol khusus diharapkan dalam format ini sehingga tidak ada nomor duplikat dari satu peserta ke peserta lain dari mana saja di Indonesia. Tentu saja, tetapi juga untuk memudahkan pemeriksa mengetahui dari mana mereka berasal.


Format Pendaftaran Nomor Pelanggan UM 2022


Format jumlah peserta ujian madrasah diatur dalam Bab 2 POS UM 2022, peserta dan unit diklat yang menyelenggarakan ujian di madrasah.


Paragraf D menunjukkan jumlah peserta UM sebanyak 15 orang. Isinya kode dengan ketentuan sebagai berikut:

  • 2 digit pertama: kode tahun ujian (misalnya, 22)
  • 2: Kode negara (sesuai Kode 2016 8 kantor wilayah Kementerian Pendidikan di KMA)
  • 3. Nomor 2 : kode kabupaten/kota
  • Nomor 1: kode level (1 untuk MI, 2 untuk MT dan 3 untuk MA/MAK)
  • 5. Edisi ke-4: Kode Madrasah
  • Keenam 4 digit: nomor seri DUT

lihat gambar di bawah

Format Nomor Peserta UM


Contohnya adalah pelanggan dengan nomor pelanggan UM berikut: 22-11-18-2-0037-0049. Dua digit pertama yaitu 22 adalah kode tahun ujian yaitu 22 Digit kedua terdiri dari dua digit yaitu Kode Provinsi 8 Kode ini berdasarkan KMA No. 8 Tahun 2016.

Pada halaman Peraturan PMA dan KMA, baca dan unduh KMA 08 Tahun 2016 pada kode website, singkatan dan inisial Kementerian Agama.

Berikut daftar kode kanwil Kemenag RI menurut KMA 08 Tahun 2016:

  • 01 = Provinsi Aceh
  • 02 = Provinsi Sumatera Utara
  • 03 = Provinsi Sumatera Barat
  • 04 = Provinsi Riau
  • 05 = provinsi Zambia
  • 06 = Provinsi Sumatera Selatan
  • 07 = Provinsi Bangalore
  • 08 = Provinsi Lampung
  • 09 = Provinsi DKI Jakarta
  • 10 = Provinsi Jawa Barat
  • 11 = Provinsi Jawa Tengah
  • 12 = ID Provinsi Yogyakarta
  • 13 = Provinsi Jawa Timur
  • 14 = Provinsi Kalimantan Barat
  • 15 = Provinsi Kalimantan Tengah
  • 16 = Provinsi Kalimantan Timur
  • 17 = Provinsi Kalimantan Selatan
  • 18 = Provinsi Bali
  • 19 = Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • 20 = Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • 21 = Provinsi Sulawesi Selatan
  • 22 = Provinsi Sulawesi Tengah
  • 23 = Provinsi Sulawesi Utara
  • 24 = Provinsi Sulawesi Tenggara
  • 25 = Provinsi Maluku
  • 26 = Provinsi Papua
  • 27 = Provinsi Maluku Utara
  • 28 = Provinsi Banten
  • 29 = Provinsi Kepulauan Belitung
  • 30 = Provinsi Gorontola
  • 31 = Provinsi Sulawesi Barat
  • 32 = Provinsi Kepulauan Riau
  • 33 = Provinsi Papua Barat
  • 34 = Provinsi Kalimantan Utara


Dua digit berikutnya adalah kode kabupaten/kota. Kemudian kode jenjang satu digit, kemudian kode madrasah empat digit. Kode kabupaten/kota dan kode madrasah ditentukan oleh kantor wilayah Depag setempat. Meskipun kode jenjangnya memiliki 1 angka untuk Madrasah Ibtidaiya , 2 angka untuk Madrasah Tasanavia dan 3 angka untuk MA/MAK.

Empat digit terakhir adalah nomor urut peserta ujian madrasah. Secara khusus, jumlah calon madrasah tertutup dimulai dari penyelenggara madrasah kemudian dilanjutkan dengan bergabung di madrasah.


Dengan menjelaskan format penulisan jumlah calon peserta ujian madrasah tahun ajaran 2021/2022 semoga dapat membantu rekan-rekan madrasah untuk menentukan jumlah calon peserta didik di madrasah.

Tag Terpopuler