NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | Kupas Online | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kamad Wajib Identifikasi Data Kebutuhan Guru Melalui Simpatika

Monday, May 30, 2022 | May 30, 2022 WIB Last Updated 2022-05-30T18:07:24Z

Kepala Madrasah harus menyediakan data kebutuhan guru secara berkala melalui website Simpatika . Hal ini merupakan salah satu unsur surat edaran Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan No. B-312/Dt.I.II/KS.02/04/2022. Surat Edaran 19 April 2022 ini ditandatangani oleh Direktur Madrasah GTK Muhammad Zain atas nama Dirut.


Identifikasi data guru yang akan dilakukan oleh kepala Madrasah dapat dilakukan secara berkala melalui laman Simpatika di https://simpatika.kemenag.go.id/madrasah/needs-guru.


Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan guru di madrid, yang kelebihan guru tidak diperbolehkan mengangkat guru baru. di sisi lain, dalam hal staf non-guru, segera berkonsultasi dengan kantor Kementerian Ibadah provinsi dan/atau kantor Kementerian Ibadah kabupaten/kota.

Analisis Kebutuhan Guru Madrasah


Hal ini dirinci dalam alinea ketiga dari surat edaran itu; Seluruh pimpinan Madrasah diharapkan secara rutin mengidentifikasi data kebutuhan guru melalui https://simpatika.kemenag.go.id/madrasah/needs-guru-bladsy. Madrasah yang terlalu banyak guru tidak bisa mengangkat guru baru. Dalam hal madrasah yang kekurangan tenaga, segera berkonsultasi dengan kantor kementerian ibadah provinsi dan/atau kantor kementerian ibadah kabupaten/kota untuk tindakan lain yang diperlukan. peraturan;


Batas waktu pemeriksaan kebutuhan guru adalah 30 Juni 2022. Sebagaimana tertuang dalam alinea keempat surat edaran tersebut, disebutkan bahwa seluruh Madrasah harus mengkaji data kebutuhan guru paling lambat 30 Juni 2022 dan mengoordinasikannya secara bertahap dengan koordinasi intensif. Kementerian Ibadah Kota dan Kantor Kementerian Ibadah Provinsi.


Selain data kebutuhan guru, surat edaran ini menyebutkan tiga hal lainnya. Pertama, setiap guru dan guru di madrasah memiliki kewajiban untuk mengupdate berita acara di halaman Sympatika. Selain itu, setiap PTK harus tersedia secara independen saat memperbarui datanya.


RakyatPos.ID mengacu pada alinea pertama surat edaran tersebut, yang menyatakan bahwa setiap guru dan guru besar di Madrasah harus didaftarkan dan dimutakhirkan dengan semua data individu yang diperoleh Simpatika secara tepat dan mandiri https://simpatika.kemenag.go. Indo. , karena data pribadi guru bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui orang lain;


Poin kedua menyangkut keaslian data individu untuk setiap SAR. Seperti pada surat edaran alinea kedua disebutkan bahwa data orang pribadi sebagaimana dimaksud pada alinea pertama adalah sesuai dengan data yang terdapat dalam KTP, kartu keluarga dan dokumen yang bersangkutan, termasuk kualifikasi tertulis dan lainnya; Kartu identitas dan kartu keluarga diunggah ke Sympatika untuk meningkatkan kualitas dan keaslian data individu.


Ketiga, yang tak kalah pentingnya, berkaitan dengan pengelolaan jasa untuk menghitung selisih iuran dari segi kinerja. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa pengelolaan layanan digital akan dirilis mulai awal tahun ajaran 2022/2023 untuk menghitung selisih alokasi kinerja guru PRF.


Informasi lebih lanjut mengenai Optimalisasi Edaran Pelayanan Simpatik Tahun 2022 dapat diunduh dari laman Simpati atau dari tombol unduh di bawah ini.


Tidak ada penjelasan lebih rinci tentang prosedur dan mekanisme tugas kepala madrasah untuk menyediakan data kebutuhan guru. Surat edaran tersebut hanya menyatakan bahwa madrasah yang kelebihan guru tidak dapat diangkat sebagai guru baru dan sebaliknya madrasah yang belum memiliki guru harus menyetujui Kementerian Ibadah.

Analisa Kebutuhan Guru 01

Jika Anda mencoba mengakses halaman yang tercantum dalam edaran RakyatPos.ID, halaman tersebut memberikan analisis kebutuhan dan/atau kekurangan guru untuk masing-masing madrasah untuk masing-masing madrasah. Data semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Jadi sepertinya kepala madrasah tidak harus diisi dengan tangan. Baca saja data yang disediakan untuk setiap madrasah tertentu.

Analisa Kebutuhan Guru 02

RakyatPos.ID juga belum mendapat konfirmasi analisis lebih lanjut dari guru tersebut. Jika atribut guru tambahan guru surplus ditutup atau kementerian agama kabupaten/kota atau dewan provinsi berhak menolak permohonan guru baru dari madrasah surplus, berdasarkan analisis data. Mungkin kita harus menunggu bersama.

Tag Terpopuler